Gaza – Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Levni, yang menjadi ketua partai Kadima yang baru, menegaskan kepada harian Israel Ma’arev, Kamis (18/09) pagi, bahwa al Quds “akan tetap utuh menjadi ibukota abadi bagi Israel”.
Jurubicara Fraksi Hamas di Parlemen, Dr. Shaleh Bardawil menyebut pernyataan Tzipi Livni, ketua Partai Kadima Israel yang baru, tersebut mencerminkan pemikiran radikalnya dan juga para Zionis Israel lainya yang tidak meyakini perdamaian, yang hanya meyakini hegemoni serta perampasan tanah dan tempat-tempat suci.
Bardawel mengatakan, “Ini mengungkap kepada kita hakikat apa yang terjadi dalam perundingan sia-sia yang dilaksanakan secara rahasia dan terang-terangan.” Dia menilai itu adalah “perundingan yang mandul. Bardawil menambahkan “Pernyataan Livni itu membuktikan kekacauan cara pandang Israel yang selalu kita bicarakan. Pernyataan tersebut juga menunjukkan Israel yang perampas itu tidak menginginkan perdamaian. Namun yang diinginkannya adalah perundingan sia-sia,fatamorgana, tidak lebih dan tidak kurang.”
Masalah al-Quds atau Kota Jerusalem memang selalu menjadi “batu sandungan” dalam perundingan Palestina-Israel yang akhirnya tidak membawa apa-apa selain kerugian Palestina. Israel selalu menuntut bahwa Jerusalem seluruhnya termasuk al-Quds untuk menjadi wilayah Israel, bahkan sebagai ibu kotanya. Tetapi pihak Palestina tidak pernah menyetujui hal ini karena di wilayah Jerusalem Timur terdapa al-Aqsha, masjid suci ketiga umat Isla. Pernyataan Livini ini memperlihatkan kebiasaan arogansi para Perdana Menteri Zionis Israel yang seenaknya menetapkan batas wilayanya dan tidak perduli kepada hak dan kepentingan bangsan lain.
Menyadari sia-sianya proses perundingan, Bardawil yang petinggi Hamas ini menyatakan, “Yang harus dilakukan umat Arab dan Islam adalah naik ke level perlawanan dan berpihak kepada bangsa Palestina dan hak-haknya dalam menghadapi penjajah Israel, seraya mengucilkan orang-orang yang menyerahkan segalanya pada pilihan perundingan yang mandul. Dan waspada bahwa di sana ada bangsa yang melawan masih hidup membutuhkan dukungan daripada tekanan dan blokade sebagaimana yang terjadi di Jalur Gaza.”
Baedawil menyidir pemerintahan Arab yang seolah berdiam diri menghadapi arogansi Israel ini. Termasuk aksi terorisme mereka dengan mengisolasi Gaza.
Megomentari pernyataan Livni tentang abadinya Jerusalem utuh sebagai Ibu Kota Israel mengisyaratkan bahaya bagi al-Aqsha dan Palestina secara umum. Realisasi kebijakan Livni bisa saja berbentuk agresi terhadap al-Aqsha. Bardawil mengatakan, “Saya yakin realisasinya banyak dan bahayanya banyak sekali. Tidak ada pilihan di hadapan kita kecuali penyatuan upaya demi menghadapi musuh dengan cara yang sama yang digunakan untuk menduduki tanah dan tempat-tempat suci.” (InfoPalestina.com)
Gaza – Hamas selalu mengusahakan terbentuknya pemerintahan bersatu yang akan mampu melindungi Bangsa Palestina dan mampu melindungi hak-hak mereka, demikian pernyataan Fawzi Bahroum, Juru Bicara Hamas, kepada MaanNews.net pada Jum’at (19/9). Pernyataan tersebut merespon isu bahwa Hamas menolak “pemerintahan teknokrat” karena ingin terus berkuasa.
Isu itu muncul setelah ada tawaran untuk membuat suatu pemerintahan teknokrat yang akan menjadikan keadaan politik Gaza seperti sebelum Juni 2007. Tawaran ini agaknya muncul dari Fatah yang ingin melanggengkan kekuasaannya atas Gazasetelah sebelumnya kekuasaan politik mereka di sana merosot setelah insiden Dahlan pada Juni 2007.
Bahroum menambahkan dalam wawacnara dengan MaanNews.net tersebut bahwa dalam pebahasan dialog nasional yang mebicarakan masalah penting seperti penyatuan pemerintah ini, tidak bisa asal. Tidak mungkin satu pihak menawarkan satu solusi yang serta merta harus disetujui oleh pihak lain. Harus terjadi dialog lebih dahulu baru bisa diputuskan kesepakatan. Karena yang hendak dilaksanakan adalah dialog dan bukan pemaksaan satu pihak terhadap pihak lain.
“Terlalu dini untuk membicarakan mengenai bentuk pemerintahan”, demikian pernyataan Bahroum kepada MaanNews.net. “Yang penting adalah pembicaraan mengenia pemerintahan persatuan nasional yang mampu mengurusi rakyat Palestina dan isu-isu penting mereka.”, Bahroum menekankan pentignya pembicaraan mengenai pemerintahan yang bermanfaat bagi rayat tinimbang pembicaraan pemerintahan itu sendiri.
Ia menambahkan bahwa semuanya harus dibeberkan dengan jelas di dalam dialog, tidak ada niat dan maksud yang disembunyikan. Bahroum menegaskan bahwa dihak Hamas akan menawarkan sebuah visi yang komperhensif tentang topik penting dalam masalah Bangsa Palestina termasuk masalah pemerintahan bersatu.
Bahroum mengindikasikan bahwa Hamas meminta agar semua isu dijabarkan dengan jelas dan bersama dalam dialog. Dialog haruslah berdasarkan azas saling menghormati legitimasi masing-masing, dan menghormati hasil pemilu yang adil serta hukum konstitusi. (MaanNews.net)
Hebron – MaanNews.net melaporkan pada Kamis (18/9), Tentara Pendudukan Israel telah menahan seorang mahasiswa di Kota Beit Ummar, Hebron Utara. Penangkapan ini terjadi pada Kamis pagi (18/9).
Sumber lokal mengatakan kepada MaanNews.net, Tentara Pendudukan Israel telah menahan seorang pemuda berusia 19 tahun, Ahmad Karmel al-Alami. Al-Alami adalah mahasiswa Universitas Politkenik Palestina. Saat Tentara Pendudukan menyerbu rumahnya, al-Alami sedang di kampus.
Penduduk melaporkan bahwa Tentara Pendudukan Zionis Israel menghancurkan rumah, merusak komputer, dan menghajar keluarga al-Alami yang saat itu berada di rumah. Tentara Pendudukan Israel juga melepaskan bom suara di dalam rumah keluarga tersebut sehingga mebuat anak-anak keluarga al-Alami mengalami stres dan ketakutan.
Saksi lain menyebutkan bahwa Tentara Pendudukan bahkan merobek halama al-Quran dan melemparkannya ke toilet. Tentara berhenti melaukan kebrutalan setelah berhasil menangkap al-Alami. Al-Alami kemudian dipindahkan ke tempat yang tidak diketahui. Mungkin saja untuk disiksa. (Ma’anNews.net)
Ramallah – 6 orang penduduk dan aktivis Palestina di tembak oleh Tentara Pendudukan Israel serta ratusan lainnya dilempari gas air mata saat terjadi protes di Desa Ni’lin, Distrik Ramallah, pada Jum’at sore kemarin (19/9)
Syeikh Murad A’meera menyampaikan khutbah Jum’atnya kepada penduduk lokal dan para peserta demonstrasi. Dalam khutbah tersebut ia menyeru persatuan rakyat Palestina dalam melawan penjajahan Israel. Ia memuji para peserta aksi damai ini dan menyerukan aksi-aksi lain untuk meneruskan perlawanan terhadap pembangunan Tembok Pembatas Israel dan penempatan penduduk Zionis Israel di tanah-tanah Palestina.
Aksi protes damai ini dimulai setelah Shalat Jum’at. Para peserta aksi melakukan pawai dari pusat desa ke daerah di mana Tembok Pembatas Israel tengah dibangun.
Tentara Pendudukan Zionis telah meletakkan penghalang di sekitar area pembangunan Tembok Pembatas. Mereka menghalang-halangi peserta aksi untuk masuk ke area konstruksi tersebut dengan menembakkan senjata dan melemparkan gas air mata ke arah pemprotes. Sekelompok massa berhasil menghalangi kerja buldozer di area konstruksi tersebut, walaupun hanya sebentar.Empat Tentara Pendudukan Israel terluka akibat lemparan bantu pemrotes setelah Tentara menembaki mereka.
Juru Bicara Aksi, Salah al-Khawjah menyataan bahwa terdapat tujuh penduduk lokal yang semuanya anak-anak ditahan sepuluh hari yang lalu karena melempar batu. Pengadilan Militer memerintahkan keluarga dari ketujuh anak tersebut untuk membayar 3.000 shekel (850 USD). Enam dari tujuh anak tersebut berada di bawah umur 11 tahun dan seharusnya tidak dapat didakwa. Anak yang ke tujuh, Abed a-Rahman al-Khawjah baru berusia 14 tahun. Orang tuanya diperintahkan Pengadilan Zionis Israel 6.000 shekel untuk jaminan pembebasn sementaranya. Namun,ia akan tetap diadili karena melempar batu. (MaanNews.net)
Jerusalem – 200.000an penduduk Palestina melaksanakan Shalat Jum’at di al-Aqsha dalam Jum’at pekan ketiga Ramadhan ini (19/9). Berdsarkan pernyataan al-Aqsha Foundation for Waqf, sebuah lembaga yang mengurusi hal warisan budaya dan sejarah muslim terutama Masjid al-Aqsha, kebanyakan muslim yang mengikuti Shalat Jum’at adalah penduduk Jerusalem Timur dan desa-desa disekitarnya, atau penduduk Palestina lainnya yang berada di wilayah yang diduduki Israel. Penduduk Tepi Barat dan Gaza dilarang masuk ke Jerusalem. Demikian laporan MaanNews.net dan alQassam.ps
Walaupun terjadi pembatasan yang sangat ketat sekali terhadap gerakan masyarakat untuk masuk atau berkegiatan disekitar Kota Tua Jerusalem, muslim Palestina membanjiri masjid dari sejak pagi. Jalan-jalan di Jerusalem penuh dengan penduduk yang menuju Haram al-Syarif, kempleks masjid suci al-Aqsha untuk melakukan shalat.
Jalan-jalan al Quds nampak ramai dan padat orang. Debentuk tim pengtur keramaian, tim Islam dan penjaga masjid al Aqsha. Tim tersebut mengatur kemudahan para jamaah yang menuju masjid al Aqsha dan yang ke luar dari dalamnya. Di siapkan juga tim medis. Selain mencegah jatuhnya korban akibat keramaian, juga terkadang terjadi insiden yang mengakibatkan jatuhnyakorban akibat kebrutalan tentara pendudukan.
Masjid al Aqsha dan arealnya nampak sangat padat selama pelaksanaan shalat Jum’at. Kebanyakan kaum lelaki shalat di masjid al Qabla al Maskuf, masjid al Aqsha lama, Mushala al Marwani dan banyak di antara mereka yang shalat di daerah pepohonon zaitun. Sedangkan jamaah kaum wanita menunaikan shalat di masjid dan area Kubah Shakhra, di Bawaik Barat, dan di daerah pepohonan zaitun di area utara masjid al Aqsha.
Warga Palestina melihat kedatangan jamaah shalat yang sangat besar untuk menunaikan shalat Jum’at di masjid al Aqsha ini merupakan respon nyata atas rencana yahudisasi yang mengancam masjid al Aqsha dan kota suci al Quds. Zionis memang telah menghancurkan situs-situs sejarah Islam di Kota Tua Jerusalem, misalnya saja pemakaman muslim yang disulap menjadi taman kota. al-Qudspun tak luput dari rencana tersebut, misalnya pembangunan sinagog dan museum di terowongan di bawah Masjid al-Aqsha.
Syaikh Yousef Abu Sneineh, Khatib Jum’at di masjid al-Aqsha, memuji para jama’ah yang telah berusaha menempuh perjalanan ke Masjid Suci tersebut walaupun halangan dan pembatasan keras dikenakan terhadap mereka oleh Zionis Israel. Ia menyerukan aksi massa yang sepadan untuk mempertahankan kota tersebut dari usaha penguasaan oleh Israel.Syaikh juga menyerukan persatuan Palestina, karena usaha dan kerja yang bersama-sama akan mempermudah mereka menggapai kemenangan.
Sejak subuh pagi Jum’at kemarin (19/9) Tentara Pendudukan Zionis Israel mengadakan inspeksi dan pembatasan terhadap penduduk Palestina yang akan pergi ke masjid al-Aqsha di Jerusalem. Ribuan Tentara Pendudukan diterjunkan di area Kota Tua Jerusalem dan di sekitar Masjid untuk menghalangi penduduk yang akan menuju Masjid.
Sumber melaporkan kepada Ma’anNews.net, bahwa sejak Kamis malam (18/9) Israel telah menempatkan Tentara di sekitar kompleks al-Aqsha. Kamera baru juga ditempatkan di Gerbang al-Asbat, melengkapi kamera-kameralain yang telah dipasang. Zionis Israel juga menutup jalan-jalan utama di sekitar kompleks Masjid.
Seperti biasanya, Zionis Israel hanya memperbolehkan penduduk tua untuk masuk ke Masjid. Pemuda di bawah 45 tahun dilarang masuk ke Masjid, bahkan selama Ramadhan mereka dilarang masuk ke Jerusalem. Usia 45-50 tahun boleh masuk setelah menjalani puluhan kali pemeriksaaan, dan itupun belum tentu diperbolehkan. Untuk perempuan, yang berusia di atas 35 saja yang boleh masuk ke Masjid. Yang berusia 35-45 saja masih harus diperikasa berulang-ulang sebelum masuk, itupun belum tentu dizinkan masuk. (alQassam.ps; Ma’anNews.net; InfoPalestina.com)
Gaza – Asosiasi Pegawai Palestina di Gaza mengecam kambalinya aksi mogok di Departemen Keseahatan dan Pendidikan Ramallah. Tindakan tersebut merupakan penghambaan terhadap tujuan-tujuan sempit pribadi dan partai tertentu, demi menjalankan agenda-agenda pihak luar. Terutama karena aksi mogok ini sangat berpengaruh pada keselamatan para pasien dan masa depan anak-anak sekolah.
Dalam surat keteranganya yang terbit pada 16 September 2008 dan dilansir Infopalestina.com, Asosiasai Pegawai Palestina mengecam seruan mogok massal dari asosiasi Ramallah. Asosiasi Gaza menyerukan semua pegawai untuk kembali melakukan aktivitasnya dan menyatakan menolak provokasi pemerintah Salam Fayad. Mereka Mengharapkan rekan-rekannya dari Asosaisi Ramallah bisa mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
Menteri Penerangan Fayadh, Riyadh Maliki, menegaskan bahwa tidak mungkin bagi pemerintah Fayad memotong gaji orang-orang yang bersedia berkomitmen dengan pekerjaanya. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul tekanan dari negara-negara Arab yang mendesak pemerintahan Ramallah agar tidak menyentuh masalah gaji pegawai.
Asosiasi menganggap, pemerintah Fayadh tidak punya kapasitas untuk memotong gaji para pegawai. Ia tidak akan berani melakukan pemotongan tersebut karenaakan menyulut penolakan negara-negara pendonor atas tindakan pemerintah Faydh yang mengancam pegawai.
Dalam pada itu, Asosiasi meminta semua organisasi HAM dan lembaga masyarakat sipil untuk mengeluarkan suaranya menolak aksi mogok tersebut. (InfoPalestina.com)
Gaza – Dalam pernyataannya pada Selasa (16/9) lalu, Hamas menegaskan akan mengirim delegasi ke pertemuan di Kairo untuk membahas penyatuan pemerintahan. Berkait dengan usaha penyatuan tersebut, delegasi Hamas akan bertemu dengan Direktur Intelejen Mesir, Umar Sulaiman, pada 8 Oktober mendatang.
Ismail Radwan yang mengeluarkan pernyataan tersebut tidak merinci apakah tokoh Hamas dari Tepi Barat, yang banyak dicekal Otoritas Palestina Abbas, akan ikut dalam pertemuan ini. Sumber-sumber InfoPalestina.com menyatakan bahwa tokoh Hamas yang mengikuti perundingan ini adalah dari Tepi Barat dan yang berada di pengasingan.
Radwan mengharapkan pertemuan ini bisa menghasilkan dialog yang serius dan bisa memulihkan persatuan rakyat Palestina. “Kami berangkat dengan hati dan pikiran yang terbuka”, demikian pernyataan Radwan menegaskan kesediaan Hamas untuk berdialog dengan Otoritas Abbas yang telah banyak merugikan Hamas. Hal ini karena Hamas menginginkan persatuan rakyat Palestina dalam menentang penjajahan Israel.
Hamas meyakini pemerintahan yang bersatu akan menguntungkan semua faksi di Palestina. “Pilihan selain persatuan akan tidak mendpat dukungan semua faksi”, demikian pernyataan Radwan. Tetapi Radwan juga menyayangkan sikap Mesir yang tidak mengundang semua faksi di Palestina.
Berkait dengan perundingan ini, delegasi Fatah akan bertemu dengan Menteri Intelejen Mesir, umar Sulaiman pada 22 September di Kairo. Delegasi ini beranggotakan pemimpin Fatah dari Tepi Barat dan Gaza. Delegasi Fatah nantinya akan dipimpin oleh Nabil Sya’ats.
Sebelumnya deiberitakan terjadi masalah dalam penunjukkan delgasi Fatah. Fatah menunjuk delegasi kebanyakan berasal dari tokoh mereka yang berada di Jalur Gaza dan terkena cekal oleh Pemerintahan di Gaza. Sebagian pengamat menilai ini adalah manuver politik Fatah untuk melumpuhkan Hamas.
Sementara itu delegasi dari Front Kerakyatan untuk kemerdekaan Palestina, diketuai, Thilal Naji yang akan berangkat ke Kairo dalam waktu dekat ini. Faksi ini adalah faksi perjuagan Palestina yang berasaskan sosialisme.
Rangkaian pertemuan ini adalah salah satu upaya pihak Mesir yang dipimpin Umar Sulaiman dalam menampung pendapat sekitar dialog nasional yang akan digelar pada Desember atau Januari mendatang. (InfoPalestina.com; MaanNews.net)
Gaza; Ramallah - Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, mengingatkan dinas keamanan Abbas atas penghianatanyya terhadap perjuangan rakyat Palestina yang terus dilakukan dengan menikam gerakan-gerakan perlawanan lain dari belakang. Karena pada akhirnya rakyat akan melakukan intifadhah melawan mereka (baca: kaum pragmatis tersebut).
Dalam pernyataan pers yang diterima koresponden InfoPalestina.com, Rabu (17/09), al-Qassam menyerukan anak bangsa Palestina dan para mujahidnya untuk membela diri mereka dengan segala cara dalam menghadapi upaya penghancuran apapun, termasuk penculikan terhadap mereka, oleh dinas keamanan Abbas yang perilakunya mengisyaratkan mereka bekerja untuk militer penjajah Israel.
Al Qassam menegaskan, “Kerja intelijen dan kerjasama keamanan dengan penjajah benar-benar dilakukan secara terang-terangan dengan tanpa malu. Bahkan mereka menggembar-gemborkan apa yang disebutnya keberhasilan menangkap sel pejuang Brigade al Qassam.”
Al Qassam mengatakan dinas keamanan Otoritas Palestina terus melakukan perannya memburu para mujahid dengan melakukan koordinasi keamanan, yang tidak lain adalah untuk melengkapi peran penjajah Zionis Israel yang memburu para pejuang Palestina dan menghabisi perlawanan mereka. Bersamaan dengan peran penjajah Israel, dinas keamanan Otoritas Palestina tidak mau ketinggalan, mereka bekerja sebagai salah satu pasukan militer Israel. Melakukan segala upaya untuk menekan para mejahid, menangkap dan menyiksa mereka, menggagalkan aksi-aksi jihadnya, menjebloskannya ke penjara dengan berbagai bentuk penyiksaan dan kekerasan. Bahkan hal itu mereka (dinas keamanan) lakukan pada bulan Ramadhan.
Al Qassam mengatakan, “Hari ini, Rabu (17/09), intelijen Abbas di kotaHebron menculik 2 aktivis al Qassam dan merampas senjaranya. Keduanya adalah buron dari penjajah Zionis Israel sejak beberapa bulan.” Kedua korban ini kemudian dibawa ke markas intelijen Abbas di kota Hebron untuk menjani penyiksaan keras dan interogasi berkelanjutan akibat aktivitasnya di al Qassam. (InfoPalestina.com)
Gaza – Departemen Dalam Negeri Palestina Pemerintahan Ismael Haneya menegaskan bahwa perlintasan Rafah akan dibuka Sabtu dan Ahad depan (20-21/9) untuk jamaah umrah, pasien dan pemegang passport asing. Khusus Ahad dibuka untuk pelajar.
Jubir Depdagri Palestina, Ehab Al-Ghasin menegaskan bahwa Mesir telah berjanji untuk membuka perlintasan setelah Idul Fitri secara langsung. Ia menegaskan, pihaknya merasa aneh dengan sebagian rumor bahwa perlintasan itu tidak akan dibuka kecuali jika serdadu Israel yang ditawan Palestina, Shalit tidak dibebaskan. Ia menyebut statemen ini hanya keluar dari sumber Palestina yang hanya ingin mengisolasi warga Palestina dan menambah blokade terhadap Jalur Gaza.
Ia mengisyaratkan bahwa untuk pembukaan perlintasan itu segala hal sudah dipersiapkan dan selalu dilakukan kontak dengan pihak Mesir. Juga telah ada janji untuk meringankan penderitaan warga Palestina.
Jubir Depdagri menilai bahwa pembukaan Rafah dengan cara seperti ini akan meringankan korban krisis di Palestina.
Soal passport jamaah umrah yang ditahan di pihak Mesir, Al-Ghasin menegaskan bahwa masalah itu belum diselesaikan hingga sekarang. Namun Mesir berjanji akan diselesaikan pada Sabtu esok (20/9). Jumlah warga yang paspornya ditahan pihak Mesir adalah 700 orang. (InfoPalestina.com)
Gaza – Gerakan Jihad Islami di Palestina menilai bahwa menjaminkan kepada tokoh-tokoh Israel dalam perundingan damai adalah penjaminan yang rugi dan rakyat Palestina sudah bosa dengan hal tersebut sebagai bangsa Arab dan Negara-negara Islam juga bosan.
Mengomentari kemenangan Tsepi Livni dalam pemilihan ketua Kadema Israel dimana kelompok Fatah dan sebagian Negara Arab menyambutnya, Gerakan Jihad Islami menegaskan bahwa tidak mungkin bisa mewujudkan perundingan damai dengan Israel.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya Fatah selama bertahun-tahun dan sejumlah pemerintah Arab menjaminkan dan mengandalkan kepada tokoh partai tersebut atau tokoh Israel lainnya. Namun perundingan demi perundingan itu hanya menambah daftar panjang kejahatan Israel berupa pembunuhan yang berdarah-darah terhadap rakyat Palestina dan pelecehan tempat suci di Palestina. Kesepakatan Oslo hanya salah satunya yang isinya menghapus hak-hak Palestina.
Gerakan Jihad Islami menilai bahwa siapapun orang yang berdiri membela pemerintah Israel maka dia tidak akan bisa mengubah hakikat bahwa Negara Israel tetap adalah penjajah, penggasap, perebut tanah Palestina, pembunuh, pengusir, yang kini dilanjutkan dengan perang, blokade, pembangunan permukiman, yahudisasi dan lain-lainnya. Karenanya, konflik Palestina dengan Israel akan tetap ada sehingga Israel hengkang dari bumi Palestina.
Gerakan Jihad Islami menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk perundingan dengan Israel dan satu-satunya cara menghadapi Israel adalah dengan perlawanan dengan berbagai bentuknya. (InfoPalestina.com)


![KISPA [Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina] KISPA [Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina]](http://img87.imageshack.us/img87/9128/kispaha8.jpg)



