Suara Qassam


Shalah Ungkap Rencana Israel Kosongkan Al-Quds dari Palestina 2020
September 21, 2008, 5:32 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,
Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di Palestina 1948 (InfoPalestina.com)

Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di Palestina 1948 (InfoPalestina.com)

Ummu Fahm – Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di Palestina 1948 mengungkap sebuah rencana Israel yang bertujuan menghapus eksistensi Palestina di Al-Quds dan mencaplok masjid Al-Aqsha dan wilayah disekitarnya.

Ia menegaskan bahwa rencana paling berbahaya belakangan yang terungkap adalah Israel ingin membersihkan Al-Quds lama dari eksistensi Palestina hingga tahun 2020 disamping ada rencan jangka panjang yang membersihkan Palestina hingga tahun 2050. Karenanya, tindakan Israel sekarang adalah menyita identitas atau mengusir atau menghancurkan rumah-rumah warga Palestina atau menyita tanah yang semuanya mengarah kepada tujuan di atas.

Dalam wawancara dengan QudsPress, Raid Shalah membicarakan soal proyek penjajahan Israel dengan yahudisasi kota Al-Quds dengan yahudiasai aset dan lembaga social disana. Israel selama ini melakukan pembersihan etnis Palestina dengan berbagai macam cara termasuk menyita identitas warga Al-Quds dan lain-lain.

Tokoh yang mengisi sebagian besar usianya dengan membela masjid Al-Aqsha ini menegaskan bawha Israel berusaha menghancurkan Al-Aqsha secara bertahap. Tujuannya adalah membangun haikal (sinagog) di reruntuhan masjid Al-Aqsha yang kini mereka menggali habis-habisan terowongan di bawah masjid suci tersebut. Mereka juga membangun sinagog di tembok sebelah barat dan selatan masjid Al-Aqsha dan mengubah kuburan Ar-Rahmah yang berdempetan dengan masjid Al-Aqsha menjadi tempat pariwisata. Semua upaya ini bertujuan membersihkan Palestina dari Al-Quds di tahun 2010.

Karena, tokoh Palestina ini menilai perundingan dengan Israel hanya merupakan tindakan sia-sia. Sebab perundingan itu selalu mengecualikan kemungkinan berdirinya Negara Palestina, kemungkinan masa depan Al-Quds, kemungkinan hak pengungsi dan hanya mengekalkan permukiman Yahudi di Tepi Barat. itu sebuah perundingan pelecahan dan penghinaan terhadap semua warga Palestina yang berakal.

Rencana itu di atas menurut Raid Shalah akan mencaplok wilayah hakiki masjid Al-Aqsha yang mencakup 144 hektar terdiri dari kubah emas (masjid Qubah Shakhrah), masjdi Jami Al-Qibali (masjid Al-Aqsha), mushala Marwani, masjid Al-Aqsha lama, masjid Al-Barraq, mushala dibawah qubah Shakhrah.

Namun Israel tidak pernah mengakui wilayah perbatasan ini. Israel hanya mengakui wilayah Qubah Shakrah dan perbatsan Jami Al-Qibali.

Raid Shalah mengecam tindakan Lembaga PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) yang hanya menjadi agen Israel sebab selalu membela Negara zionis sejak tahun 1967. selama ini UNESCO pernah menemukan Israel menggunakan bahan kimia dalam menggali terowongan di bahwa masjid Al-Aqsha namun kemudian lembaga ini diam saja. Itu terjadi tahun 2007 hingga tembok barat masjid Al-Aqsha rubuh. Karena Shalah meminta kepada UNESCO untuk tidak diam dan melalukan tugas kemanusiaannya. (infoPalestina.com)


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan sebuah tanggapan



Tinggalkan sebuah tanggapan
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>