Suara Qassam


Konfrensi Zionis Minta Pengusiran Orang Palestina
September 20, 2008, 4:10 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,

Nazareth – Sebuah pertemuan kelompok Zionis meminta orang-orang Palestina meninggalkan Palestina ke negara-negara Arab atau mengakui negara Israel saja. Pernyataan rasial ini dilontarkan mantan Kepala Staf Tentara Pendudukan Israel, Moshe Ya’alon.

Dalam pernyataan penutup muktamar Zionis yang diadakan di pemukiman Yahudi Nahlal di tanah Palestina terjajah disebutkan “yang akan hidup hanya warga dan penduduk yang menerima dan pasrah dengan negara Israel serta misi Zionisnya. Adapun yang ingin hidup dengan lingkungan dan udara Arab, maka mereka punya kesempatan merealisasikan mimpinya di salah satu negara Arab”. Yang artinya mereka harus angkat kaki dari tanah kelahiran mereka, Palestina.

Ya’lon dan para peserta konfrensi/mukatamar menyatakan ketidak percayaan mereka bahwa di tanah Palestina terebut orang-orang Yahudi dan Palestina dapat hidup berdammpingan. Mereka menolak mentah-mentah ide perdamaian Yahudi dan Palestina. Mereka bahkan menyerukan pengusiran orang-orang Arab Palestina yang selam ini telah hidup di tanah Palestina yang terjajah (Negara Israel).

Para peserta muktamar Zionis berpendapat bahwa batas entias Israel membentang dari laut tengah hingga sungai Yordan. Mereka menyatakan bahwa keyakinan politik ini sudah menjadi umum di kalangan masyarakat Israel secara meluas. Sikap ini merupakan respon atas pernyataan PM Israel Ehud Olmert yang menyatakan bahwa mimpi negara Israel Raya telah menguap dan usai. Mereka menolak mentah-mentah pernyataan Olmert tersebut dan tetap bersikap akan mendirikan Israel Raya sesuai impian mereka

Muktamar menyerukan upaya untuk menciptakan suasana yang mendorong pengusiran orang-orang yang menolak hidup di negara Israel semata. Yakni orang-orang Palestina yang tetap tinggal di tanah jajahan tahun 1948.

Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Moshe Ya’alon yang juga ketua penyelenggaran muktamar mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa tidak ada kesempatan untuk beradaptasi antara orang-orang Palestina dengan orang-orang Israel. Ya’alon tidak yakin dengan perdamaian antara Arab dan Yahudi dan hidup bersama antara kedua belah pihak.

Pemikiran Ya’alon dan orang-orang Zionis tersebut mencermikan keyakinan radikal dan ekstimisme yang dianut para pemimpin Israel. Dengan keyakinan demikian, tidak mustahil para pemimpin Israel ini, termasuk Livni yang kemungkinan besar akan memimpin Issrael di masa mendatang, akan memutuskan perintah pembantaian terhadap Bangsa Palestina. (InfoPalestina.com; alQassam.ps)


No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>