Suara Qassam


Shalah Ungkap Rencana Israel Kosongkan Al-Quds dari Palestina 2020
September 21, 2008, 5:32 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,
Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di Palestina 1948 (InfoPalestina.com)

Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di Palestina 1948 (InfoPalestina.com)

Ummu Fahm – Syaikh Raed Shalah, ketua gerakan Islam di Palestina 1948 mengungkap sebuah rencana Israel yang bertujuan menghapus eksistensi Palestina di Al-Quds dan mencaplok masjid Al-Aqsha dan wilayah disekitarnya.

Ia menegaskan bahwa rencana paling berbahaya belakangan yang terungkap adalah Israel ingin membersihkan Al-Quds lama dari eksistensi Palestina hingga tahun 2020 disamping ada rencan jangka panjang yang membersihkan Palestina hingga tahun 2050. Karenanya, tindakan Israel sekarang adalah menyita identitas atau mengusir atau menghancurkan rumah-rumah warga Palestina atau menyita tanah yang semuanya mengarah kepada tujuan di atas.

Dalam wawancara dengan QudsPress, Raid Shalah membicarakan soal proyek penjajahan Israel dengan yahudisasi kota Al-Quds dengan yahudiasai aset dan lembaga social disana. Israel selama ini melakukan pembersihan etnis Palestina dengan berbagai macam cara termasuk menyita identitas warga Al-Quds dan lain-lain.

Tokoh yang mengisi sebagian besar usianya dengan membela masjid Al-Aqsha ini menegaskan bawha Israel berusaha menghancurkan Al-Aqsha secara bertahap. Tujuannya adalah membangun haikal (sinagog) di reruntuhan masjid Al-Aqsha yang kini mereka menggali habis-habisan terowongan di bawah masjid suci tersebut. Mereka juga membangun sinagog di tembok sebelah barat dan selatan masjid Al-Aqsha dan mengubah kuburan Ar-Rahmah yang berdempetan dengan masjid Al-Aqsha menjadi tempat pariwisata. Semua upaya ini bertujuan membersihkan Palestina dari Al-Quds di tahun 2010.

Karena, tokoh Palestina ini menilai perundingan dengan Israel hanya merupakan tindakan sia-sia. Sebab perundingan itu selalu mengecualikan kemungkinan berdirinya Negara Palestina, kemungkinan masa depan Al-Quds, kemungkinan hak pengungsi dan hanya mengekalkan permukiman Yahudi di Tepi Barat. itu sebuah perundingan pelecahan dan penghinaan terhadap semua warga Palestina yang berakal.

Rencana itu di atas menurut Raid Shalah akan mencaplok wilayah hakiki masjid Al-Aqsha yang mencakup 144 hektar terdiri dari kubah emas (masjid Qubah Shakhrah), masjdi Jami Al-Qibali (masjid Al-Aqsha), mushala Marwani, masjid Al-Aqsha lama, masjid Al-Barraq, mushala dibawah qubah Shakhrah.

Namun Israel tidak pernah mengakui wilayah perbatasan ini. Israel hanya mengakui wilayah Qubah Shakrah dan perbatsan Jami Al-Qibali.

Raid Shalah mengecam tindakan Lembaga PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) yang hanya menjadi agen Israel sebab selalu membela Negara zionis sejak tahun 1967. selama ini UNESCO pernah menemukan Israel menggunakan bahan kimia dalam menggali terowongan di bahwa masjid Al-Aqsha namun kemudian lembaga ini diam saja. Itu terjadi tahun 2007 hingga tembok barat masjid Al-Aqsha rubuh. Karena Shalah meminta kepada UNESCO untuk tidak diam dan melalukan tugas kemanusiaannya. (infoPalestina.com)



Dialog Nasional Harus Membawa Perubahan Nyata
September 21, 2008, 5:27 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,

Gaza - Pemimpin Senior Hamas, Dr.Mahmoud Zahhar menegaskan, gerakan Hamas belum mengajukan langkah apapun, terkait dialog nasional.

Pihaknya akan berangkat ke Kairo pada 7 Oktober nanti untuk memulai rapat pertama dengan sejumlah pejabat Mesir. Pertemuan pertama akan mendengarkan pembahasan dari pihak Mesir untuk kemudian disikapi gerakan Hamas terkait sejumlah pertanyaan yang ditujukan pada Hamas.

Zahhar menjelaskan hal tersebut pada Pusat Infopalestina hari ini (19/9). Ia menyebutkan, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan pihak Mesir kepada Hamas. Tiga pertanyaan terkait keinginan Hamas untuk berdialog.

Zahhar menambahkan, hingga saat ini belum ada penunjukan secara pasti delegasi Hamas yang akan berangkat ke Kairo. Namun dijelaskan, delegasi ini akan terdari beberapa tokoh dari Gaza dan luar Gaza.

Ditanya tentang sejauh mana optimisme Hamas akan dialog ini, Zahhar menjelaskan, harus dibedakan antara dialog dan tujuan yang ingin dicapai dari dialog tersebut. adapun dialog hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dengan duduk bareng demi suksesnya dialog internal. Jika ternyata kami harus duduk tetapi atas dikte Abbas-Olmert, mungkin bisa saja. Akan tetapi tidak akan tercapai sedikitpun hasil yang kita inginkan. Namun jika kita menginginkan dengan dialog tersebut tercapainya kepentingan hakiki rakyat, maka inilah yang masih diragukan. Dan masalahnya bukan pada kami. Seperti kita ketahui masih ada pihak yang menggantungkan sikap-sikapnya pada pendapat Amerika dan Israel.

Zahhar menegaskan, sikap sebagian pihak di Ramallah masih berbicara tentang kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Israel hingga akhir tahun ini. inilah yang menyebabkan pejabat Ramallah tidak mau menerima dialog dengan tujuan kepentingan Palestina. bahkan mereka menggunakan dialog tersebut sebagai manuver politik. Mungkin dengan diperpanjangnya waktu, mereka akan dapat mengumpulkan pasukan Arab di Gaza untuk menyerang Hamas. Sebagaimana diinginkan Abu Mazen saat pertemuan para menteri luar negeri Arab di Kairo.

Akan tetapi, masih ada kemungkin mengambil langkah-langkah nyata untuk mempermudah dialog. Tetapi langkah tidak dimulai dari Gaza, namun dari Ramallah. Misalnya, pembebasan semua tawanan politik dan penghentian kerja sama keamanan dengan pihak Israel. Disamping mengembalikan semua hak-hak rakyat yang terdapat dalam sejumlah organisasi sosial di Tepi Barat. (InfoPalestna.com; alQassam.ps)



Esktrimis Akan Merubah Masjid Menjadi Sinagog
September 21, 2008, 5:16 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,

Tepi Barat – Masuknya bulan Ramadhan, bagi Muslim Palestina pasti diingatkan dengan tragedi pembantaian mengerikan yang terjadi di Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi. Tepatnya, pada Ramadhan tahun 1994, di mana 30 orang jamaah subuh syahid ditembak secara membabi buta oleh seorang Yahudi ekstrim, Baruch Goldstein namanya.

Masuknya bulan Ramadhan, bagi Muslim Palestina pasti diingatkan dengan tragedi pembantaian mengerikan yang terjadi di Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi. Tepatnya, pada Ramadhan tahun 1994, di mana 30 orang jamaah subuh syahid ditembak secara membabi buta oleh seorang Yahudi ekstrim, Baruch Goldstein namanya.

Tahun ini, sejumlah tanda tanya besar masih menggantung soal masa depan masjid Al-Ibrahmi, dalam menghadapi Yahudisasi yang dilakukan Israel secara berkesinambungan. Kekhawatiran terbesar Muslim Palestina adalah karena masjid Al-Ibrahimi mungkin akan dijadikan sinagog Yahudi.

Bulan Ramadhan tahun ini warga Palestina menyaksikan upaya penggusuran sejumlah wilayah di sekitar Masjid Al-Ibrahimi semakin intensif. Bahkan pemerintah kota yang dikendalikan oleh Zioni Israel juga sudah melarang kaum Muslimin mengumandangkan azan dan bahkan melarang melakukan salat di dalam masjid.

Warga Muslim tidak tinggal diam melihat kondisi itu. Mereka sudah memperingatkan dan memprotes hal itu pada pemkot yang notabenenya orang-orang Yahudi. Mereka juga mengancam bila kelak masjid Al-Ibrahimi di kota Al-Khalil Selatan itu berubah menjadi sinagog Yahudi. Terlebih setelah peristiwa besar yang menyakitkan dalam sejarah masjid itu di tahun 1994 silam.

Kaum Muslimin juga sudah mengelar demonstrasi solidaritas untuk melarang para imigran Yahudi menggunakan sepertiga halaman masjid untuk acara keagamaan mereka.

Penyegelan masjid Al-Ibrahimi pada hari Rabu dan Sabtu oleh pemkot Al-Khalil, diduga sebagai langkah awal akuisisi orang Yahudi terhadap masjid Islam tersebut. Apalagi kemudian kaum Muslimin dilarang mengumandangkan azan dan dilarang shalat di dalam masjid. Pelarangan azan dan salat itu terjadi di hari pertama bulan Ramadhan tahun ini. (KISPA.org; EraMuslim.com; aljazeera.net)



Galang 39 Juta USD, Lembaga Sosial Launcing Gerakan Bela Korban Luka Palestina
September 21, 2008, 5:05 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag:

Gaza – Lembaga Sosial As-Salamah mengumumkan dibentuknya gerakan “Membala Korban Luka Palestina”. Lembaga ini sudah menghitung kebutuhan korban luka-luka Palestina akibat kejahatan Israel menelan biaya sebesar 39 USD. Ia meminta kepada semua lembaga social internasional dan lembaga donor local untuk memberikan sumbangsih untuk memberikan jaminan kehidupan para korban luka-luka dan memberikan hak-hak mereka.

Ketua dewan menejemen lembaga social ini, Athif Ismael di sela-sela konferensi pers yang digelar di Gaza pada Kamis ini (18/9) meminta kepada dunia Arab dan Islam untuk memebrikan bantuannya kepada para korban cacat dan luka-luka di Palestina terutama di Jalur Gaza akibat kekerasan dan penjajahan Israel.

Ismael menegaskan bahwa blokade telah menyebabkan banyak korban luka-luka dimana bertambah penderitaannya. Bahkan sebagian korban luka harus diamputasi sebagian kaki dan tangannya. Lebih dari tidak sedikit korban luka yang berakhir dengan kematian.

Ismael menegaskan bahwa penderitaan korban luka semakin para dengan ditutupnya perlintasan Rafah sebab ratusan pasien di Jalur Gaza tidak bisa keluar dari wilayah tersebut. Di sisi lain, blokade juga menyebabkan kekurangan obat-obatan dan kebutuhan medis.

Ia menambahkan bahwa kekurangan bahan bakar di Jalur Gaza menyebabkan banyaknya mobil ambulan berhenti beroperasi dan listrik tidak menyala. Sehingga ini memberikan dampak negative yang begitu besar bagi korban luka-luka Palestina sebab sebagian besar peralatan medis mengandalkan kepada energi listrik.

Jumlah korban luka-luka di Palestina menurut Ismael mencapai lebih dari 30 ribu orang atau 2,07 persen dari total penduduk Jalur Gaza. Sementara korban luka yang cacat jumlahnya 10.02 persen dari total korban luka.

Sementara itu Majid Alul, ketua umum lembaga sosial di Jalur Gaza menyebutkan bahwa dana yang dibutuhkan adalah 39 juta USD termasuk untuk penyembuhan, penyembuhan mental social, psikologi dan pendidikan dan lain-lain. Disamping itu lembaga social ini akan mengembangkan dengan menggalang 780 ribu USD yang mencakup rencana pembangunan kantor pusat lembaga social dan memberikan pengembangan pegawainya.

Ia menegaskan bahwa hari Kamis ini adalah peresmian dibukanya gerakan “Membela Korban Luka-luka Palestina” sebagai bentuk tanggungjawab kepada saudara-saudara kami. (KNRP.or.id; KISPA.org; InfoPalestina.com)



Lagi, Kelompok Zionis Menggusur Rakyat Palestina
September 21, 2008, 5:01 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,

Jerusalem – Dalam sebuah laporan dari alQassam.ps pada Ahad ini (21/9) diberitakan bahwa Kelompok Zionis lagi-lagi melakukan usaha pengusiran orang-orang Palestina dari tanah dan rumah milik mereka sendiri. Saksi mata melaporkan bahwa Kelompok Yahudi Elad pada Jum’at kemarin (19/9) membawa alat berat ke Desa Silwan di wilayah Jerusalem yang dijajah Zionis untuk memulai pembangunan sebuah lahan parkir di bawah tanah Gerbang Maghareba, Masjid Suci al-Aqsha.

Penduduk Palestina telah berkumpul untuk mencegah pekerjaan pembangunan lahan parkir yang bisa merusak Masjid ini. Selain itu, pembangungan lahan parkir tersebut juga telah merusak dinding-dinding rumah mereka sehingga dinding-dinding tersebut retak. Sebagian mereka menuju ke pos Polisi Penjajahan Israel melaporkan keberatan mereka. Pihak polsisi tidak mau mendengar laporan mereka. Dan mereka diminta pulang.

Polisi Penjajahan Israel menyatakan bahwa Kelompok Zionis Elaf tersebut telah memiliki izin dari Pemerintah Zionis Israel dan para penduduk loka (orang-orang Palestina) tidak diperbolehkan mengganggu perekejaan mereka. Pekerjaan pembanugnan berlangsung pada sore hari di bawah penjagaan ketat dari Polisi Penjajajhan Israel. (alQassam.ps)



Pelatihan dan Pemberian Persenjataan Kepada Pasukan Keamanan Otoritas Abbas Hanya Akan Membantu Penghancuran Gerakan-Gerakan Perlawanan Palestina
September 21, 2008, 4:39 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , , , ,

Gaza – Berdasarkan pengamatan Hamas, pelatihan dan bantuan persenjataan kepada Keamanana Otoritas Abbas di Tepi Barat agaknya berhubungan dengan Amerika dan Zionis Israel. Dalam pengamatan Hamas pula, kegiatan tersebut hanya akan menghasilkan penghancuran seluruh gerakan perlawanan Palestina selain Fatah oleh Otoritas Abbas demi melindungi penjajahan Zionis. Hal ini dikemukakan Fawzi Bahroum pada Sabtu kemarin (20/0), demikian laporan alQassam.ps pada Ahad ini (21/9). Pernyataan tersebut dikeluarkan Bahroum yang merupakan Juru Bicara Hamas bersamaan dengan berlanjutnya isolasi terhadap Gaza berkat usaha dan kekuasaan Amerika dan Israel.

Bahroum menyatakan bajwa membiayai Otoritas Abbas hanya akan menjadi dukungan kepada suatu kelompok untuk membantai kelompok perlawanan lainnya. Padahal semua bantuan harusnya diperuntukkan bagi rakyat Palestina seluruhnya, terlebih mereka yang membutuhkan seperti masyarakat Gaza saat ini. Bukannya diserahkan kepada para pemilik status quo atau mereka yang justru membantu penjajah dan membabat habis semua gerakan perlawanan.

Di samping itu, Juru Bicara Brigade Izzuddin al-Qassam, pasukan pertahanan Hamas, Abu Obaida menyatakan bahwa koordinasi keamanan antara Abbas dan Ehud Olmert adalah hasil dari pertemuan yang tidak bermanfaat antara keduanya. Ia menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan “kondisi langka dalam sejarah dari pengkhianatan terang-terngan antara penjajah dan pengekornya.”. Ia menambahkan, “Kami melihat dinas keamanan Abbas di Tepi Barat masih merupakan bagian dari keamanan Israel yang tidak bisa dipisahkan.”

Abu Ubaidah menambahkan, “Praktek-praktek yang dilakukan dinas keamanan Abbas di Tepi Barat merupakan bagian dari daftar hitam panjang yang terakumulasi pada dinas otoritas Ramallah. Dengan meningkatnya kejahatan ini kami melihat akhir kesudahan mereka dekat dan kebangkrutan mereka tinggal menunggu waktu. Yang harus dilakukan rakyat adalah bersabar. Pengalaman modern dan historis mengatakan bahwa pengekor penjajah akan terputus meskipun lama dan nasib mereka akan ada di sampah sejarah.” (alQassam.ps; InfoPalestina.com)



Tentara Pendudukan Zionis Membunuh Seorang Wanita Tua di Tepi Barat
September 21, 2008, 4:39 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: ,

Tepi Barat – alqassam.ps melaporkan pada Ahad ini (21/9) bahwa pihak medis Palestna meberitakan mengenai pembunuhan seorang perempuan tua oleh tntara pendudukan. Sumber tersebut melaporkan sang nenek syahidah akibat luka karena dihempaskan ke tanah oleh Tentara Pendudukan Zionis saat mereka melakukan operasi militer penangkapan aktivis di desa sang nenek.

Staf medis Palestina mengidentifikasi sang syahidah bernama Maryam Ayyad (60). Tentara pendudukan dalam pernyataannya mengklaim bahwa sang nenek menghalangi jalan mereka saat mereka hendak menuju Abu Dis, dekat Jerusalem, untuk melakukan operasi militer penangkapan aktivis.

Seorang pelajar yang tinggal di daerah tersebut menyatakan kepada alQassan.ps, situs berita Izzuddin al-Qassam, bahwa sang nenek keluar dari rumahnya saat terjadi penyeangan untuk melindungi rumahnya. Ia menambahkan bahwa saat menemukan sang nenek, nenek tersebut telah terkapar berlumuran darah.

Nesrin Jasan, seorang dokter di Abu Dis yang mengotopsi Ayyad meyakinkan bahwa “penyebab kematian adalah karena dihempaskan ke tanah dan dipukul keras kepalanya.”. Mungkin kita jadi bertanya-tanya, kemankah pihak keamanan Tepi Barat pada saat itu? Apakah sedang berunding dengan Israel? (alQassam.ps; MaanNews.net)



Utusan Hamas Dipimpin Meshaal Akhiri Kunjungan ke Bahrain
September 20, 2008, 5:03 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: ,

al-Manamah – Utusan Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengakhiri kunjungan resminya ke kerajaan Bahrain, Jum’at (19/09), setelah selama 2 hari di sana melakukan serangkaian pertemuan termasuk dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Ali Khaifa.

Utusan yang dipimpin Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Meshaal, ini meyertakan anggota biro politik Hamas seperti Muhammad Nazal, Izzat Rasyq, dan Muhammad Nashr. Utusan Hamas juga bertemu dengan Menlu Bahrain Syaikh Khaled bin Ahmad Ali Khalifa dan Ketua Parlemen Bahrain Khalifa Dzahrani.

Hadir dalam pertemuan ketua parlemen para ketua fraksi utama di parlemen Bahrain atau wakil dari mereka. Di antaranya adalah Wakil Ketua Parlemen yang juga Ketua Fraksi al Ashalah (Salafi) Ghanim al Buinain, ketua fraksi al Minbar al Wathani al Islami Dr. Abdul Latif Syaikh (al Ikhwan), di tambah wakil dari fraksi al Wifaq (Syiah) dan seorang wakil salafi independen (Syaikh Jasim as Sa’di) serta Ketua Komisi Pembelaan Rakyat Palestina di Parlemen Nahser Fadhala.

Pertemuan utusan gerakan Hamas dengan para pimpinan parlemen Bahrain di ibukota al-Manamah ini memfokuskan pada persoalan-persoalan yang sedang terjadi di Palestina. Terutama masalah blokade dzalim terhadap Jalur Gaza.

Disebutkan bahwa ini adalah pertama kalinya utusan dari Hamas bertemu dengan raja Bahrain. Sebelumnya utusan dari Hamas pernah berkunjung ke Bahrain tahun 2006. Saat itu utusan Hamas ditemu oleh Wakil PM Bahrain Syaikh Muhammad bin Mubark Ali Khalifa. (InfoPalestina.com)



Konfrensi Zionis Minta Pengusiran Orang Palestina
September 20, 2008, 4:10 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , ,

Nazareth – Sebuah pertemuan kelompok Zionis meminta orang-orang Palestina meninggalkan Palestina ke negara-negara Arab atau mengakui negara Israel saja. Pernyataan rasial ini dilontarkan mantan Kepala Staf Tentara Pendudukan Israel, Moshe Ya’alon.

Dalam pernyataan penutup muktamar Zionis yang diadakan di pemukiman Yahudi Nahlal di tanah Palestina terjajah disebutkan “yang akan hidup hanya warga dan penduduk yang menerima dan pasrah dengan negara Israel serta misi Zionisnya. Adapun yang ingin hidup dengan lingkungan dan udara Arab, maka mereka punya kesempatan merealisasikan mimpinya di salah satu negara Arab”. Yang artinya mereka harus angkat kaki dari tanah kelahiran mereka, Palestina.

Ya’lon dan para peserta konfrensi/mukatamar menyatakan ketidak percayaan mereka bahwa di tanah Palestina terebut orang-orang Yahudi dan Palestina dapat hidup berdammpingan. Mereka menolak mentah-mentah ide perdamaian Yahudi dan Palestina. Mereka bahkan menyerukan pengusiran orang-orang Arab Palestina yang selam ini telah hidup di tanah Palestina yang terjajah (Negara Israel).

Para peserta muktamar Zionis berpendapat bahwa batas entias Israel membentang dari laut tengah hingga sungai Yordan. Mereka menyatakan bahwa keyakinan politik ini sudah menjadi umum di kalangan masyarakat Israel secara meluas. Sikap ini merupakan respon atas pernyataan PM Israel Ehud Olmert yang menyatakan bahwa mimpi negara Israel Raya telah menguap dan usai. Mereka menolak mentah-mentah pernyataan Olmert tersebut dan tetap bersikap akan mendirikan Israel Raya sesuai impian mereka

Muktamar menyerukan upaya untuk menciptakan suasana yang mendorong pengusiran orang-orang yang menolak hidup di negara Israel semata. Yakni orang-orang Palestina yang tetap tinggal di tanah jajahan tahun 1948.

Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Moshe Ya’alon yang juga ketua penyelenggaran muktamar mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa tidak ada kesempatan untuk beradaptasi antara orang-orang Palestina dengan orang-orang Israel. Ya’alon tidak yakin dengan perdamaian antara Arab dan Yahudi dan hidup bersama antara kedua belah pihak.

Pemikiran Ya’alon dan orang-orang Zionis tersebut mencermikan keyakinan radikal dan ekstimisme yang dianut para pemimpin Israel. Dengan keyakinan demikian, tidak mustahil para pemimpin Israel ini, termasuk Livni yang kemungkinan besar akan memimpin Issrael di masa mendatang, akan memutuskan perintah pembantaian terhadap Bangsa Palestina. (InfoPalestina.com; alQassam.ps)



Keamanan Abbas Tangkap 10 Pendukung Hamas
September 20, 2008, 3:57 pm
Diarsipkan di bawah: Berita | Tag: , , ,

Ramallah – Dinas Keamanan Abbas masih terus menangkapi para pejuang perlawanan Hamas di Tepi Barat. Sedikitnya 10 pendukung Hamas diciduk aparat Abbas dalam dua hari terakhir ini, Rabu (17/9) dan Kamis (18/9).

Di Distrik Hebron misalnya, aparat Abbas menangkap Jawad Abu Husen dan dua suadaranya masing-masing, A’wad, Yousef Warasanah. Selain itu mereka juga menangkap, Jalal al-Ra’ee, Tha’er Shalaldah, Abdullah Syaladah dan I’zzat Shalalda. Ditempat lain mereka menangkap Abed al-Hadi Abu Khalaf dan saudaranya, Amjad Abu Khalaf.

Sementara itu di Nablus, keamanan Abbas menangkap apoteker, Muhammad Shaushah, setelah sebelumnya dipanggil ke markas kepolisian untuk dimintai keterangan. Setelah sampai di markas kepolisian tiba-tiba ia ditahan tanpa alasan yang jelas. Dan di Qalqilia, pendukung Hamas lainnya, Wa’el al-Houtari, juga ditangkap ditangkap.

Demikian juga di Beitlehem, seorang wartawan Abdullah Adwi masih ditahan sejak 25 hari yang lalu. Ia mengalami perlakuan buruk di dalam penjara.(InfoPalestina.com; MaanNews.net)